Kuliner

Kopi Rakyat di Kedai Pesenkopi

Kedai Pesenkopi membuka cabang barunya di Jalan Mayjend Panjaitan, Cabang ketiga ini masih dengan konsep yang sama dengan dua kedai sebelumnya, yakni menawarkan nuansa yang sederhana.

Salah satu Owner Pesenkopi Reinukky mengatakan, pembukaan Pesenkopi memang sengaja menggunakan konsep kedai. Mengadopsi dari konsep yang banyak digunakan oleh kedai-kedai kopi di luar negeri, seperti Jepang dan Amerika. Hal itu juga sesuai dengan kesederhanaan nama kedainya yang bisa mempresentasikan es kopi dengan harga terjangkau untuk semua kalangan, yakni Rp 10 ribu saja.

“Produk kopi kami sudah bukan idealis lagi, tapi lebih pada kopi rakyat. Jadi semua orang bisa konsumsi. Rasa kopi bukan lagi hanya pahit dan semakin membuat haus lagi. Tapi juga bisa menghilangkan dahaga,” ungkapnya.

Bahkan menurutnya, hadirnya Pesenkopi merupakan terobosan baru, sebab lebih dari 60 persen pelanggan yang datang justru dari kalangan perempuan. Meski demikian, tak menutup kemungkinan bagi pelanggan yang menginginkan cita rasa kopi yang lebih kuat.

“Kami juga menyediakan menu yang lebih strong. Jadi di sini lebih fleksibel, tergantung bagaimana menyesuaikan dengan lidah masing-masing,” papar alumni Universitas Brawijaya ini.

Selain kopi, juga ada thai tea, green tea dan chocolate yang dibanderol dengan harga yang sama, Rp 10 ribu. Pihaknya juga menyediakan snack ringan untuk menemani pelanggan saat menikmati kopi. Seperti waffle, brownies dan makaroni yang dibanderol dengan harga rata-rata Rp 5 ribu saja. “Awalnya kami tidak ada snack. Tapi karena ada beberapa customer yang loyal kami sengaja menambah snack,” terangnya.

Nukky menargetkan bisa lebih mengenalkan produknya ke semua kalangan. Untuk pembukaan cabang barunya saja, selama tiga hari berturut-turut pihaknya membagikan 100 cup kopi gratis bagi pelanggan setia. “Sampai tanggal 25, syaratnya cuma follow akun Instagram kami saja,” jelas pria asli Ambon ini.

Baca Juga:  Nasi Gudeg

Diungkapkannya, meski kedai pertamanya yang berada di Jalan Soekarno Hatta baru dibuka sekitar tiga bulan yang lalu, minat masyarakat Kota Malang sudah cukup tinggi. Terbukti, rata-rata pihaknya bisa menjual hingga 600 cup perharinya.

“Kalau yang di Jalan Sigura-Gura rata-rata sampai 350 cup perharinya.