IOT Tutorial

Mengenal Raspberry Pi

Sudah seperti berlari, perkembangan teknologi saat ini. Belum juga ngerti dan paham sebuah teknologi sudah muncul teknologi baru lagi. Ya, memang karakter perkembangannya seperti itu. Kemarin2 kita baru belajar Arduinoeh sudah trend Raspberry. Nah postingan kali ini, ardutech akan membahas tentang “Mengenal Raspberry Pi”.

Raspberry Pi merupakan ‘modul elektronik’ berukuran kecil (sebesar kartu ATM atau KTP lah..) yang memiliki fungsi seperti komputer. Dapat langsung dihubungkan dengan mouse, keyboard, monitor bahkan jaringan internet. Kita juga dapat melakukan pekerjaan seperti mengetik, browsing internet dan juga main game.

Raspberry juga disebut sebagai ‘komputer mini’ yang awalnya memang untuk pembelajaran tentang sistem komputer.  Ada beberapa jenis Raspberry, diantaranya :

Raspberry Pi Model A/B.
Keduanya mempunyai SoC (System-on-Chip) sama : Broadcom BCM2835, GPIO sejumlah 26 pin. Model A memiliki 256 MB RAM, USB port 1 tetapi tidak memiliki koneksi jaringan. Model B dengan RAM 512 MB, jumlah USB port 2 dan memiliki koneksi jaringan internet.

Raspberry Pi Model A+/B+.
Sebagai generasi penerus model A/B, Raspberry Pi model A+/B+ memiliki perubahan diantaranya jumlah GPIO menjadi 40 pin.Model B+ ada tambahan pada jumlah port USB menjadi 4 dan port jaringan LAN.

Raspberry Pi 2.
Dengan memakai SoC Broadcom BCM2836 quad core tentu akan memiliki performa yang lebih cepat. Kapasitas RAM 1GB, GPIO sejumlah 40 pin, 4 port USB dan koneksi port LAN.

Raspberry Pi 3.
Memakai prosesor BCM 2837 yang tentu lebih cepat dari Pi 2. Memiliki built-in wireless yaitu koneksi wireless melalui Bluetooth maupun WiFi. Jumlah port GPIO tetap 40 pin, 4 port USB dan port LAN 10/100

Dari jenis Raspberry tersebut yang akan kita pelajari dan praktekkan adalah Raspberry Pi 3 Model B.

Fitur dasar Raspberry Pi 3 Model B :

  • Prosesor             : Broadcom BCM2837 Cortex-A53 64-bit
  • Memory             : 1GB SDRAM
  • Bluetooth           : 4.0
  • WiFi                    : 2.4 GHz
  • Ethernet             : 10/100 Mbps
  • GPIO                   : 40 pin
  • USB port            : 4 USB
  • Video Output    : HDMI
  • Power supply    : 5V/2.5 A DC

Pin GPIO.
Terdapat 40 pin GPIO yang dipakai untuk input – output pada sistem Raspberry seperti control LED/lampu, membaca sensor dll.

Baca Juga:  MIKROTIK DASAR STEP BY STEP

Port USB (4x).
Seperti computer pada umumnya, dipakai untuk piranti masukan seperti keyboard atau mouse.

Port LAN.
Dipakai untuk koneksi ke jaringan LAN (Local Area Network) / Internet.

Port HDMI.
Koneksi ke layar/monitor dengan kabel HDMI.

Micro USB Power Input.
Power supply input 5V/2.5 A DC

DSI Port.
Koneksi dengan peripheral display (LCD)

MicroSD Card Slot.
Slot untuk MicroSD yang dipakai untuk menyimpan data dan juga OS Raspberry.

CSI Port.
Koneksi dengan peripheral kamera.

Video Audio Output.
Koneksi untuk output Audio.

Kebutuhan Dasar Membuat Proyek Raspberry.

Untuk dapat memakai Raspberry Pi kita perlu sebuah monitor, mouse, keyboard dan tentu saja power supply, seperti halnya komputer, juga memori card (microSD card). Akan tetapi monitor, mouse dan keyboard menjadi tidak perlu lagi jika anda memakai remote desktop. Cukup koneksikan Raspberry Pi via WiFi ke laptop anda kemudian kita kontrol (tampilan, keyboard, mouse) melalui laptop. Cara tersebut akan kita bahas pada postingan berikutnya, InsyaAllah.

Sistem Operasi Raspberry.

Ketika anda membeli sebuah komputer/laptop baru, tentu tidak dapat langsung digunakan kecuali anda install terlebih dahulu sebuah OS (Operating System) seperti Windows.  Sama halnya Raspberry, kita harus menginstall terlebih dahulu sistem operasi Raspberry di media penyimpan yaitu microSD Card. Install melalui komputer kemudian dimasukkan ke slot MicroSD baru Raspberry bisa jalan. Ada beberapa OS, salah satunya adalah Raspbian.

Pemrograman Raspberry Pi.

Sebagaimana Arduino yang memerlukan Arduino IDE (sketch) untuk membuat program, maka Raspberry juga perlu Phyton (salah satu yang umum digunakan). Bahasa pemrograman Phyton sudah bukan barang baru lagi, silakan anda search maka akan muncul banyak sekali artikel yang membahasnya.

Port Input Output Raspberry Pi.

Baca Juga:  FreeRadius dengan database MySQL di Ubuntu

Jika pada Arduino kita mengenal ada port Input/Output (pin 0 – 13 untuk Arduino UNO) maka pada Raspberry ada GPIO (General Purpose Input Output) yang dapat dikoneksikan langsung dengan sensor maupun peripheral lain seperti LCD. Jumlah pin 40 yang berjajar dengan konektor 2×20 pin deret male. Tidak ada ‘mark’ nama maupun nomor pin-nya memang, jadi kita dapat mencetak sendiri di kertas untuk memudahkan membaca nama pin/port Raspberry.

Selain sebagai port digital, juga terdapat fungsi lain seperti port serial UART, I2C (SDA, SCL) serta fungsi lain yang nantinya bermanfaat untuk interfacing dengan peripheral aplikasi/proyek Raspberry Pi.

Ok, kita cukupkan dulu ya Mengenal Raspberry Pi, semoga masih diberi kesempatan untuk sharing lagi. Semoga bermanfaat.