IOT Tutorial

Mengenal IoT Internet of Things

IoT atau Internet of Things ini saya yakin sudah banyak yang membahasnya, karena memang perkembangan IoT yang sangat cepat. Definisi IoT juga sudah banyak yang menulisnya. Pada obrolan ringan kita kali ini saya akan lebih melihat IoT dari sisi teknologi sederhananya, bukan dari sisi pengguna IoT atau teknologi canggih IoT seperti smart city dll. Teknologi yang dipakai seperti IoT dengan Arduino, ESP modul dll.

Kita ambil satu contoh sederhana saja ya tentang aplikasi IoT (Internet of Things) : Sistem monitoring dan control peralatan rumah.

  • Di rumah kita mempunyai sebuah lampu dan sebuah sensor pencuri.
  • Jika ada pencuri masuk rumah maka ‘alarm’ akan berbunyi.
  • Jika hendak menyalakan – mematikan lampu maka kita tekan saklar.
  • Nah fungsi alarm dan saklar tadi tidak berupa ‘fisik’ tetapi sudah digantikan oleh Handphone (HP) yang terhubung Internet.
  • Jika ada pencuri maka di HP kita akan berbunyi.
  • Jika akan menyalakan atau mematikan lampu cukup kita tekan tombol dari HP.
  • Lokasi kita dapat dimana saja, yang penting terhubung dengan internet.
  • Jika sedang keluar kota maka kita dengan mudah ‘memantau’ dan ‘mengontrol’ kondisi rumah.

Jadi paling tidak ada 3 hal dalam system IoT :

  • Hardware/Things (sensor, actuator dll)
  • Internet
  • Cloud data center (untuk menjalankan aplikasi system IoT)

Hardware utama IoT yang paling sederhana dan sering dipakai untuk belajar dan membuat proyek IoT adalah modul ESP8266. Sebuah modul (hardware ya, bukan modul buku) yang mempunyai microcontroller dan koneksi internet (WiFi). Biar tidak penasaran dan repot cari di gugel nih penampakan modul ESP8266.

Sebenarnya ada banyak model atau tipe ESP8266, pada kesempatan mendatang Insya Allah kita bahas secara detail.

Baca Juga:  Konfigurasi OSPF Single Area Mikrotik

ESP8266 ini agar dapat bekerja maka harus diprogram dulu (ada microcontroller-nya yang harus diisi program). Cukup memakai Arduino IDE (Arduino sketch) yang akan memudahkan kita dalam memprogram ESP8266.

Hardware tambahan untuk aplikasi IoT tergantung system/proyek yang dibuat. Sensor sendiri ada banyak sekali jenisnya, sensor suhu, sensor api, sensor kelembaban, kamera dll. Sedangkan untuk fungsi kontrol/kendali (misalnya menyalakan atau mematikan lampu) yang sifatnya On-Off dapat memakai relay.

Aplikasi di HP (Android misalya) dapat kita buat dengan berbagai cara, untuk yang paling mudah menurut pengalaman kami sahabat dapat memakai ‘Blynk’. Sebuah aplikasi berbasis Android yang dengan mudah kita ‘develop’ sendiri. Selain itu juga dapat memakai App Inventor, Delphi XE atau sahabat dapat memilih cara yang lain, silakan saja.

Untuk pemula, belajar IoT saya sarankan langsung praktek (tentu pelajari teori dasar seperlunya), agar lebih mudah melihat hasilnya langsung, daripada membayangkannya. Keperluan hardware IoT untuk pemula cukup :

  • modul ESP8266 + sebuah modul USB to serial converter (USB to TTL)
  • Atau modul ESP8266 + sebuah Arduino
  • Atau cukup sebuah modul NodeMCU (sudah ada USB to TTL nya)

Fungsi USB to Serial atau Arduino untuk ‘menghubungkan’ komunikasi antara ESP8266 dengan computer. Proses pemrograman ESP8266 nantinya dilakukan di computer.

Setelah hardware siap, selanjutnya sahabat semua dapat belajar Internet of Things (IoT). Menurut pengalaman kami paling tidak ada 3 hal yang harus dipelajari :

  • Pengetahuan elektronika (rangkaian elektronika, komponen elektronik dll)
  • Bahasa pemrograman (untuk memprogram modul ESP, membuat aplikasi di Android dll)
  • Hal – hal yang berkaitan dengan internet dan jaringan.

Kesimpulannya jika sahabat kepet ingin belajar membuat aplikasi IoT (Internet of Things), mulailah dengan yang sederhana dulu, misalnya kontrol LED On – Off.  Dapat mencari referensi di internet, sudah banyak kok. Pahami dulu kemudian silakan dikembangkan ke aplikasi IoT yang lebih advance.

Baca Juga:  Mengaktifkan Dark Mode di HP Android dan iPhone atau Auto Hemat Baterai

Semoga bermanfaat.